Gula tersembunyi: cara membaca label kemasan

Tulisan di depan kemasan menyebut "less sugar", tetapi tabel di belakangnya bercerita lain. Gula punya puluhan nama samaran, dan berikut cara mengenalinya.

Kemasan Dailyswit Stevia Drop di atas meja marmer

Pernah membeli produk berlabel "rendah gula" atau "sehat", lalu justru bingung saat membaca komposisinya? Hal ini umum terjadi. Gula memang mudah tersamar di label.

Mengapa gula sulit terlihat di label "ngumpet"?

Aturan komposisi mengharuskan bahan diurutkan dari yang paling banyak ke paling sedikit. Bila satu produk memakai beberapa jenis gula sekaligus (misalnya sukrosa, sirup jagung, dan dekstrosa), masing-masing dihitung terpisah. Akibatnya tidak ada satu pun yang berada di urutan atas, padahal totalnya besar bila dijumlahkan.[1]

Ini bukan kasus langka. Menurut para ahli, gula memiliki puluhan nama berbeda di label pangan, sehingga mudah terlewat bila samarannya tidak dikenali.[2]

Daftar nama samaran gula yang sering muncul

Bila salah satu dari nama berikut muncul di komposisi, anggap saja itu "gula pakai baju lain":

  • Sukrosa, glukosa, fruktosa, dekstrosa, maltosa, laktosa (semua yang berakhiran "-osa")
  • Sirup jagung, sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS / high-fructose corn syrup)
  • Sirup malt, sirup beras, sirup agave, sirup maple
  • Konsentrat jus buah, jus buah pekat
  • Madu, molase (tetes tebu), gula kelapa, gula aren, gula merah
  • Maltodekstrin, karamel, nektar
Aturan praktisnya: kata yang berakhiran "-osa" atau mengandung "sirup" hampir selalu bentuk gula. Bila muncul beberapa sekaligus, itu sinyal untuk lebih waspada.

Tiga langkah cepat saat memegang kemasan

Tidak perlu menjadi ahli gizi. Cukup tiga hal ini di depan rak:

  1. Lihat "Total Gula" di tabel Nilai Gizi. Di Indonesia, BPOM mewajibkan produk pangan olahan mencantumkan kandungan Gula, Garam, dan Lemak beserta pesan kesehatan.[3] Ini titik pemeriksaan tercepat.
  2. Cek "takaran saji" (serving size). Ini bagian yang paling sering terlewat: angka gula di label dihitung per sajian, bukan per kemasan. Bila satu botol berisi "2,5 sajian", angkanya perlu dikalikan. Angka kecil yang terlihat aman bisa menjadi tiga kali lipat.
  3. Baca urutan komposisi. Bila gula (atau samarannya) muncul di tiga besar, atau muncul beberapa kali dengan nama berbeda, jawabannya sudah jelas.

Cermati klaim di depan kemasan

Tulisan besar di depan adalah bahasa pemasaran. Yang mengikat adalah tabel gizi di belakang.

  • "Tanpa pemanis buatan" ≠ tanpa gula. Bisa jadi masih pakai gula asli dalam jumlah banyak.
  • "Rendah lemak" sering kali justru gulanya ditambah agar rasanya tetap enak.
  • "Natural" / "sehat" bukan istilah dengan batas angka baku. Tetap kembali ke tabel gizi.

Atur sendiri rasa manisnya

Cara paling pasti untuk tahu berapa banyak gula dalam minuman adalah membuatnya sendiri. Saat menyeduh teh atau kopi di rumah, takarannya ditentukan sendiri, bukan oleh pabrik. Baik memakai gula secukupnya maupun pemanis tanpa kalori seperti stevia (yang dipakai Dailyswit), isinya tetap diketahui persis.

Sumber

  1. UCSF SugarScience. Hidden in Plain Sight. sugarscience.ucsf.edu
  2. Johns Hopkins Medicine. Finding the Hidden Sugar in the Foods You Eat. hopkinsmedicine.org
  3. Kementerian Kesehatan RI. Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak & pelabelan pangan. ayosehat.kemkes.go.id

Lanjut baca

Ingin tahu lebih jauh soal stevia?

Dailyswit memakai pemanis dari daun stevia: 0 kalori, cukup 1–2 tetes. Panduan lengkapnya tersedia di halaman berikut.